Wednesday, May 20, 2015

Saya dan Zona Nyaman

Siapa yang tidak punya zona nyaman dalam hidupnya? Yang pasti bukan saya.
Zona nyaman saya adalah social media, buku, kamar, televisi, dan tidur. Jika berada dekat salah satunya, saya sudah merasa tenang. Apalagi jika dalam waktu bersamaan dengan semuanya. Surga dunia banget deh.

Saya adalah seseorang yang berkepribadian Sanguinis Phlegmatis. Bahkan tahun ini saya resmi Sanguinis dominan. Berarti seharusnya saya adalah orang yang 'rame', talkative, center of attention, lively, 'kembang' di antara kumpulan manusia. Bahkan sepertinya saya memiliki kecenderungan ADD. 
Tapi, pribadi Phlegmatis saya ternyata tidak sirna. Saya menyenangi masa-masa sendirian. Menyepi, merenungi, terisolasi, diam, dan tertutup. Hal ini pula yang menyebabkan saya juga adalah orang yang pendiam, tertutup, dan penyendiri. Bahkan saya sering mengalami fase membenci ataupun muak menghadapi orang-orang dan keramaian.

Namun lucunya,  dalam beberapa tahun ini, saya 'terpaksa' berkecimpung dalam dunia yang terbuka dan harus tampil. Saya yang seumur hidup memiliki demam panggung akut malah sering harus presentasi di hadapan banyak orang.
Berkali-kali saya memilih untuk melarikan diri dan bersembunyi. Diam di belakang panggung, itulah alasan kuno saya.

Tapi ternyata, sepertinya saya disuruh berkembang lebih dan keluar dari semua alasan saya.
Saya dipaksa keluar dari zona nyaman. Saya dipaksa melawan semua ketakutan saya. Saya dipaksa mendobrak semua tembok-tembok penghalang. Saya dipaksa keluar.

Stress? Banget! Takut? Luar biasaaa! Rasanya mau gila dan kabur? Emangg! Lelah? Berkali-kali!
Tapi kali ini taruhannya terlalu tinggi. Tidak ada jalan pelarian.

Saya harus keluar dari zona nyaman saya dan saya harus bisa buktikan bahwa bisa sukses!
Bahwa mimpi bukanlah hal mustahil dan semuanya mungkin..jika saya mau menantang itu semua.

Semangat!

Post a Comment