Hidupmu terasa menyebalkan? Rasanya hampa?
Atau mungkin pekerjaanmu terasa memuakkan? Ingin keluar tapi beban hidup masih menggantungimu.
Mungkin kehidupan cintamu hanya membuatmu terluka saja? Rasanya mau sendiri saja tapi takut kesepian?
STOP!
Berhentilah mengeluh
Pergilah keluar, lihatlah ke langit.
Matahari sudah terbit. Sudah bukan lagi waktunya menyesali, mencaci ataupun membenci.
Langit mendung ataupun terik.
Angin bertiup kencang ataupun kering kerontang.
Hidup masih akan terus berjalan apapun yang terjadi.
Jadi bukankah lebih baik disyukuri saja daripada disesali?
Bukanlah lebih baik tersenyum daripada cemberut?
Bersyukurlah
Setidaknya karena hari ini kau masih mampu bernafas
Setidaknya karena hari ini kau masih mampu melihat
Dan setidaknya karena hari ini kau masih mampu bersyukur
30 Januari 2012
@dcie
Share
*Love around the worLd*
Monday, January 30, 2012
Friday, January 06, 2012
[Buku Baru] When I Will Get Merried
Bermula dari sebuah persiapan pernikahan yang serba nggak jelas. Akhirnya salah seorang sahabat mengajakku untuk menulis pengalamanku bergulat saat persiapan pernikahan.Mulai dari sebuah pertemuan, perkenalan hingga menjalani sebuah hubungan menjadi sumber inspirasiku dalam menulis buku ini.
Apalagi beberapa temanku juga mengalami nasib yang 11-12 denganku.
Rasanya memang sulit, rumit dan kadang menyebalkan.
Namun siapa yang sangka, di balik itu semua ada hal-hal menyenangkan yang bisa ditemukan.
Apakah pernikahan adalah hal yang mudah?
Ataukah menyiapkan pernikahan itu serumit yang orang-orang sering katakan?
Semuanya bisa ditemukan dalam buku ini.
Apalagi digabungkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang siap menguji sejauh dalam mana hubunganmu dengan pasangan dan sejauh mana kamu siap mengarungi pernikahan.
Temukan jawaban dari pertanyaanmu dalam buku ini dan temukan perjalanan yang menarik dari sebuah hubungan dan pernikahan.
Selamat Menikmati!
ps: Buku sudah bisa didapatkan di toko buku gramedia terdekat Anda.
Share
Label:
bOoKs,
pernikahan
Thursday, December 29, 2011
Sebuah Kenangan Tentangmu
Aku ingat pertama kali berjumpa denganmu.
Di suatu siang yang tidak terlalu panas, tidak juga terlalu dingin.
Tidaklah terik, tidaklah juga hujan.
Kau menyambutku masuk ke dalam rumahmu.
Menyuguhkanku segelas cendol dingin buatan ayahmu.
Cendol manis, semanis senyumanmu siang itu.
Aku ingat pertama kali kudengar perjuanganmu.
Melawan penyakit yang sedikit demi sedikit merobohkan kekuatanmu.
Namun aku juga ingat bagaimana kudengar ketegaranmu.
Kau yang senantiasa semangat di status facebookmu ataupun di timeline twittermu.
Senda gurau dengan kakak dan sepupu seakan tiada beban apapun.
Tanda senyum yang kau selalu sematkan membuatku teringat.
Teringat senyum manismu...semanis cendol ayahmu.
Aku ingat betapa bersemangatnya engkau saat kuajak kau menulis.
Menulis tentang hidupmu.
Menulis tentang air mata dan tawamu.
Menulis tentang semangatmu.
Walau sesekali ada duka terselip di kata-katamu
Walau sesekali ada rasa letih terbersit di setiap tulisanmu
Namun aku tahu kau pasti selalu bangkit.
Menuliskan kata-kata semangat kembali.
Menuliskan doa penuh harapan lagi.
Namun sungguh ku tak mengira, DIA berkata lain.
DIA sudah tak sabar membawamu pulang. DIA sudah tak sabar untuk menghantarkan kehidupan abadi untukmu.
Menyelinapkan duka dan meninggalkan sebuah kenangan
Dalam hati dan benak semua yang mencintaimu...
Aku ingat, sayang.
Aku akan selalu ingat,
Senyuman manismu yang pertama dan terakhir untukku.
Aku ingat, manis.
Aku akan selalu ingat,
Betapa luar biasa semangatmu
Aku memang tidak mengenalmu
Seperti kakak, ayah dan ibumu mengenalmu
Tapi aku bahagia bisa mengenalmu
Mengenal senyuman manismu
Mengenal kebaikan hatimu
Mengenal semangatmu
Dan aku akan selalu ingat....bagaimana kau juga selalu ingin kami bersemangat sepertimu...walau dalam duka dan luka sekalipun...
Selamat tinggal Sarie...
Selamat jalan...dan terima kasih atas semuanya...
29 Desember 2011
In Memoriam of Arsarie Anastasia
Di suatu siang yang tidak terlalu panas, tidak juga terlalu dingin.
Tidaklah terik, tidaklah juga hujan.
Kau menyambutku masuk ke dalam rumahmu.
Menyuguhkanku segelas cendol dingin buatan ayahmu.
Cendol manis, semanis senyumanmu siang itu.
Aku ingat pertama kali kudengar perjuanganmu.
Melawan penyakit yang sedikit demi sedikit merobohkan kekuatanmu.
Namun aku juga ingat bagaimana kudengar ketegaranmu.
Kau yang senantiasa semangat di status facebookmu ataupun di timeline twittermu.
Senda gurau dengan kakak dan sepupu seakan tiada beban apapun.
Tanda senyum yang kau selalu sematkan membuatku teringat.
Teringat senyum manismu...semanis cendol ayahmu.
Aku ingat betapa bersemangatnya engkau saat kuajak kau menulis.
Menulis tentang hidupmu.
Menulis tentang air mata dan tawamu.
Menulis tentang semangatmu.
Walau sesekali ada duka terselip di kata-katamu
Walau sesekali ada rasa letih terbersit di setiap tulisanmu
Namun aku tahu kau pasti selalu bangkit.
Menuliskan kata-kata semangat kembali.
Menuliskan doa penuh harapan lagi.
Namun sungguh ku tak mengira, DIA berkata lain.
DIA sudah tak sabar membawamu pulang. DIA sudah tak sabar untuk menghantarkan kehidupan abadi untukmu.
Menyelinapkan duka dan meninggalkan sebuah kenangan
Dalam hati dan benak semua yang mencintaimu...
Aku ingat, sayang.
Aku akan selalu ingat,
Senyuman manismu yang pertama dan terakhir untukku.
Aku ingat, manis.
Aku akan selalu ingat,
Betapa luar biasa semangatmu
Aku memang tidak mengenalmu
Seperti kakak, ayah dan ibumu mengenalmu
Tapi aku bahagia bisa mengenalmu
Mengenal senyuman manismu
Mengenal kebaikan hatimu
Mengenal semangatmu
Dan aku akan selalu ingat....bagaimana kau juga selalu ingin kami bersemangat sepertimu...walau dalam duka dan luka sekalipun...
Selamat tinggal Sarie...
Selamat jalan...dan terima kasih atas semuanya...
29 Desember 2011
In Memoriam of Arsarie Anastasia
Label:
diary,
In Memoriam,
kehidupan
Tuesday, December 27, 2011
'Bertukar-hidup' di Sebuah Makan Siang Natal
Siang itu ratusan anak, ibu, bapak, pemuda, pemudi memadati tenda yang berdiri tegak sejak beberapa hari lalu di lapangan Vincentius.Ratusan pula pemuda-pemudi, ibu-bapak juga anak-anak dengan topi santa hilir mudik sejak pagi.
Sebuah 'pesta' telah disiapkan bagi mereka yang tiap harinya sering tersisihkan dan terlupakan.
Walau hanya dalam sebuah makan siang, tarian, nyanyian, hadiah telah disiapkan bagi mereka para undangan istimewa.
Mereka yang dalam hati Bapa selalu menempati tempat teristimewa.
Mereka yang sering terlupakan dunia, namun tak pernah dilupakan olehNya.
Sedangkan bagiku dan beberapa temanku yang siang itu bertugas sebagai tim kebersihan, hari itu adalah 'pesta' yang terbaik.
Selain bisa berkumpul bersama, tertawa bersama hingga foto-foto bersama, kami juga bisa menikmati rasanya 'bertukar-hidup' bersama.
Dengan siapa?
Dengan mereka yang setiap hari memilah gelas-botol plastik dari tumpukan sampah demi selembar uang.
Malu?
TIDAK!
Justru hari itu kami bangga sekali.
Bersama dengan sekitar 9-10 teman komunitas, kami memunguti sampah yang berserakan di sekitar tempat acara dan mulai memilahnya.
Botol & gelas plastik kami pisahkan dari sampah lain yang kami namakan 'sampah umum' (sampah yang kami anggap sudah sulit untuk dipisahkan).
Walau awalnya sampah-sampah tersebut tidak 'jorok', tapi lama kelamaan, sampah-sampah tersebut sudah mulai tercampur dengan bekas es krim, bekas nasi dan sayuran.
Jangan tanya bagaimana joroknya.
Lokasi yang kami gunakan untuk memilahpun yang tadinya bersih menjadi penuh dengan genangan cairan campuran es krim, air dan bekas kuah sayuran.
Capek? Jijik?Justru anehnya, aku dan teman-teman tidak merasakan itu.
Kami sangat menikmati proses pemilahan tersebut dengan gelak tawa dan canda. Bahkan sempat foto-foto beberapa kali. Hahahaha!
Beberapa kali aku dan teman-teman lain juga bergantian istirahat untuk sekedar mencuci tangan, minum atau berangin-angin sejenak.
Namun proses memilah tersebut tidak berhenti.
Kami bahagia. Aku bahagia.
Sangat bahagia.
Beberapa teman mulai mengeluarkan celoteh. Mulai dari
membawa kata totalitas hingga kata 'bertukar-tempat'.Yup! Hari itu aku sangat bahagia bisa bertukar-hidup dengan mereka yang 'akrab' dalam dunia komunitas kami.
Bahkan saking bahagianya, tak terasa para undangan dan beberapa panitia sudah mulai pulang. Namun kami masih saja asyik 'bermain' dengan sampah-sampah itu.
Sekitar 10 plastik sampah besar berisikan gelas dan botol plastik terpilah sudah.
Jarum jam pun sudah menunjukkan pukul 3, kami sudah harus kembali ke basecamp.
Mungkin kalau saat itu tidak ada satupun jam, kami pasti masih asyik 'bermain' sampai matahari terbenam.
Menyenangkan?
LUAR BIASA!
Sebuah pengalaman 'bertukar-hidup' di sebuah makan siang natal...yang tak akan terlupakan
Apalah artinya sebuah gelas plastik bekas air mineral?
Bagimu hanya sebuah sampah
Baginya adalah selembar uang
Namun bagi bumi adalah sepotong plastik yang tak terurai yang selamanya kan menyakitinya...
Thanks to all of Gropeshianers #hugz #semangat
27 Desember 2012
Sumber Foto: Thanks to Wilian Jana & Vivo Addio Sukayamo
Share
Subscribe to:
Posts (Atom)